Kamis, 12 Januari 2012

Kesalahan Dalam Pengukuran

Hasil percobaan dalam fisika dinyatakan secara kuantitatif. Maka harus dilakukan pengukuran yang sangat teliti. Dalam hal ini sangat diperlukan alat ukur dengan skala bervaliditas tinggi. Walaupun demikian, setiap melakukan percobaan tidak bebas dari kesalahan-kesalahan.
1.    Kesalahan Sistematis
a.       Kesalahan Alat Ukur
Alat ukur tidak ada yang sempurna baik sempurna baik pada pembuatannya maupun penerapannya
b.      Kesalahan Paralaks
Kesalahan ini bersifat perorangan, yaitu pengamat kurang memahami cara membaca atau mengamati alat ukur
c.       Kesalahan karena Kecerobohan
Misalkan kita menimbang zat cair, karena kurang hati-hati ada bagian zat cair yang terpercik maka ketika ditimbang untuk kedua kalinya, massanya berkurang
2.    Kesalahan Kebetulan
Kesalahan kebetulan ditimbulkan oleh hal-hal yang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu.
a.         Kesalahan Menaksir
Angka taksiran seseorang berbeda dengan angka taksiran orang lain. Atau karena kelelahan, taksiran seseorang berbeda dari waktu ke waktu.
b.        Kesalahan Gangguan
Kesalahan gangguan disebabkan karrena perubahan kondisi, misalnya adanya perubahan suhu, perubahan tegangan listrik, perubahan tekanan udara, dan goncangan alat ukur.
3.    Meningkatkan Ketelitian
Salah satu cara untuk meningkatkan ketelitian adalah dengan cara melakukanpengukuran berkali-kali, perhatikan table 1.8!
Tabel 1.8 Contoh Meningkatkan Ketelitian (Pengukuran Luas Meja)
Pengkuran
Panjang
lebar
Luas
I
II
III
IV
a1
a2
a3
a4
b1
b2
b3
b4
A1 = a1 b1 = …
A2 = a2 b2 = …
A3 = a3 b3 = …
A4 = a4 b4 = …

Pada table 1.8, kita menentukan luas meja dengan melakukan 4 kali pengukuran. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang kita harapkan, maka ditentukan nilai rata-ratanya.
Luas meja rata-rata : 


a.         Kesalahan Relatif
Pengukuran pertama


Selanjutnya dapat ditentukan kesalahan relative kedua, ketiga dan keempat, sehingga kesalahan relative rata-rata dapat dihitung.




Kita dapat juga memperoleh memperoleh kesalahan mutlak S dengan
                                                     S = r×Ar
b.         Kesalahan Mutlak
Kesalahan jenis ini merupakan jumlah harga mutlak dari perbedaan harga setiap pengukuran terhadap harga rata-ratanya dibagi dengan cacah pengukuran (i).
 

        Kita juga dapat menyatakan kesalahan dalam bentuk persentase terhadap harga reratanya.


Kesalahan ini disebut kesalahan relative. Oleh karena itu, hasil dapat dituliskan. 
                                              A = Ar  S atau A = Ar  r

***
Share on :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
© Copyright Weblog Physics 2012